Kamis, 12 Maret 2009

Ayo ke bank...

Dalam rangka mendukung terwujudnya sistem perbankan nasional yang sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu pertumbuhan ekonomi nasional maka dirancanglah cetak biru (blue print) yang disebut dengan API (Arsitektur Perbankan Indonesia) yang terdiri dari enam pilar, yaitu :
1. Pilar I; struktur perbankan yang sehat
2. Pilar II; sistem pengaturan yang efektif
3. Pilar III; sistem pengawasan yang independen dan efektif
4. Pilar IV; industri perbankan yang kuat
5. Pilar V; infrastruktur pendukung yang mencukupi
6. Pilar VI; perlindungan nasabah

Sosialisasi ini terkait dengan Pilar VI yaitu perlindungan nasabah. Untuk hal tersebut maka diperlukan edukasi perbankan. Pada awal tahun 2008 Bank Indonesia akan mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait dengan edukasi perbankan ini. Sekaligus pada tahun yang sama kegiatan edukasi perbankan wajib dicantumkan dalam Rencana Bisnis Bank tahun 2008.

Jumlah pengaduan nasabah ke Bank rata – rata mencapai sekitar 70 – 80 ribu pengaduan setiap triwulan. Tingginya jumlah ini, membuat edukasi perbankan menjadi hal yang penting bagi perbankan. Edukasi perbankan merupakan tanggung jawab sosial bersama yang perlu dilaksanakan oleh seluruh stakeholder dalam industri perbankan dan merupakan bagian dari CSR (Corporate Social Responsibility) Bank.

Edukasi perbankan merupakan subset dari edukasi keuangan yang merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang ditetapkan dalam Inpres No.6/2007.

Maka dari itu maka dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) Edukasi Perbankan sebagai :
 Sarana komunikasi dan koodinasi diantara pihak – pihak yang berkepentingan dalam edukasi keuangan.
 Sarana untuk merumuskan dan mengimplementasikan blue print, pola & strategi serta action plan edukasi keuangan.

Keanggotaannya sendiri terdiri dari :
 14 Bank Umum Konvensional & 2 Bank Umum Syariah;
 1 BPR Konvensional & 1 BPR Syariah;
 1 lembaga penyelenggara kartu kredit;
 4 Asosiasi di bidang perbankan & keuangan;
 Bank Indonesia.

Pokja ini sendiri baru dibentuk pada tanggal 7 Mei 2007. Adapun produk yang dihasilkan adalah :
 Naskah komitmen bersama edukasi masyarakat di bidang perbankan yang ditandatangani pada tanggal 14 Juni 2007.
 Hyperlink website bank ke website edukasi perbankan BI.
 Cetak biru edukasi masyarakat di bidang perbankan
 Logo “Ayo ke Bank!”
 Jingle “Ayo ke Bank!”
 Logo “Bank Sahabat Konsumen”
 Tiga puluh tujuh leaflet edukasi dan 1 buku saku perbankan syariah
 Rancangan kampanye nasional edukasi perbankan masyarakat di bidang perbankan tahun 2007 dan 2008.

Tujuan dari edukasi masyarakat di bidang perbankan adalah :
 Membangun minat masyarakat pada perbankan ;
 Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan jasa bank serta kesadaran akan hak dan kewajiban nasabah;
 Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai aspek kehati – hatian dalam melakukan transaksi keuangan ; dan
 Meningkatkan pengenalan terhadap ketersediaan sarana pengaduan dan mekanisme penyelesaian sengketa untuk menyelesaikan permasalahan dengan bank.

Adapun program cetak biru edukasi masyarakat di bidang perbankan terbagi menjadi 2, yaitu :
Program jangka pendek
 Edukasi dalam rangka meningkatkan awareness terhadap kelembagaan, produk dan jasa perbankan, hak dan kewajiban nasabah, aspek kehati – hatian dalam melakukan transaksi keuangan, serta sarana dan mekanisme penyelesaian pengaduan nasabah.
 Edukasi dalam rangka meningkatkan awareness terhadap kelembagaan serta produk dan jasa perbankan syariah.
 Edukasi dalam rangka meningkatkan awareness terhadap lembaga BPR dan meningkatkan citra BPR di masyarakat.
 Edukasi kepada masyarakat tentang tindak kejahatan menggunakan produk dan jasa perbankan untuk mencegah kerugian pada masyarakat.
 Edukasi program untuk meningkatkan pemahaman penggunaan instrumen sistem pembayaran non tunai secara aman.

Program jangka panjang
 Memperluas cakupan wilayah edukasi melalui kerjasama dengan media massa.
 Memperluas dan mengintensifkan program edukasi melalui kurikulum sekolah dengan cara memanfaatkan jalur pendidikan formal mulai dari sekolah dasar s.d perguruan tinggi.
 Meningkatkan cakupan program dan wilayah melalui kerjasama dengan pihak terkait baik formal maupun non formal.
 Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fungsi dan peran lembaga bank umum dan BPR baik konvensional maupun syariah.
 Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kinerja bank.

Dari pola strategi jangka pendek dan jangka panjang yang tertuang dalam cetak biru menekankan perlunya sasaran pada kelompok pelajar, mahasiswa, profesional, lembaga penunjang perekonomian (termasuk penegak hukum dan instansi terkait), ibu rumah tangga, sektor informal dan sebagainya.

Latar belakang adanya Kampanye Nasional “Ayo ke Bank! 2008” adalah adanya studi literasi dan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan dan perbankan pada tahun 2006 oleh Bank Indonesia dan Lembaga Demografi FE-UI.
Dari studi tersebut dicapai hasil bahwa :
 Pemahaman rendah terhadap spesifikasi produk dan layanan perbankan dan prosedur dan keterbukaan;
 Sumber infonya sendiri berasal dari keluarga, kerabat dan rekan dan berdasarkan karena bank tersebut menawarkan hadiah.
 Adapun dari studi itu menunjukkan minat untuk menjadi nasabah yang memanfaatkan jasa perbankan di masa yang akan datang mencapai 60 %.
 Efektivitas program ini akan tercapai dengan keterlibatan seluruh pelaku industri perbankan dan jasa keuangan lainnya.

Pada akhirnya dengan keterlibatan semua pihak, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran, pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat dalam menyongsong masa depan yang sejahtera.

Untuk keterangan lebih lanjut :
Kelompok Kerja Program Edukasi Masyarakat di bidang perbankan
Menara Radius Prawiro lt.2, Gedung Bank Indonesia
Jl.M.H. Thamrin
Jakarta
Telp. (021) 381 8338, 381 7441
Fax (021) 352 3694
Email : timapi@bi.go.id



Sasaran dari program ini adalah :
 Pelaku industri, pemerintah masyarakat luas dengan pencanangannya melalui upacara pencanangan tahun edukasi nasabah oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 27 Januari 2008 dengan ditandai pembentukan rantai bankir terpanjang. Terhitung senin, tanggal 21 dan 28 Januari 2008 dimulai pekan edukasi perbankan, dimana pada outlet Bank menyediakan leaflet edukasi yang anggarannya berasal dari masing – masing bank, pembagian leaflet edukasi di pusat keramaian, semua bank umum bisa memilih spanduk, banner atau umbul – umbul, bank – bank dihimbau mencantumkan logo “Bank Sahabat Konsumen” dalam setiap marketing brosur yang akan dicetak tahun 2008, majalah internal masing – masing Bank memuat iklan “Bank Sahabat Konsumen”, semua bank yang memiliki website wajib memasang logo “Bank Sahabat Konsumen” dan hyperlink ke website BI , call center bank memutar jingle “Ayo ke Bank”.
 Seluruh lapisan masyarakat dengan kegiatan iklan layanan masyarakat melalui iklan, talk show, advertorial, kolom edukasi. Formatnya sendiri di media TV, radio dan media cetak.
 Pelajar/mahasiswa dengan kegiatan keliling sekolah melalui kunjungan ke sekolah yang berupa penyuluhan kegiatan perbankan serta penyerahan materi pendukung seperti buku – buku perbankan, komputer, dll.
 Press/LSM dengan kegiatan kelas pers sebagai bentuk kegiatan sosialisasi kepada wartawan untuk mendalami dunia perbankan, sekaligus bank juga diharapkan dapat mendukungnya dengan membentuk kelas – kelas seminar dengan materi berkaitan dengan dunia perbankan dan sekurang – kurangnya diadakan 4 kali dalam setahun. Kunjungan media dalam rangka sosialisasi kampanye “Ayo ke Bank” dengan melakukan kunjungan ke kantor – kantor media massa. Adapun kunjungan tersebut diharapkan didukung pula oleh media yang bersangkutan dan sekurang – kurangnya 10 kali dalam setahun atau 10 media. Lomba karya tulis bagi insan pers agar dapat memberikan ulasan yang lebih tajam dan mendalam tentang dunia perbankan, khususnya kampanye “Ayo ke Bank” dan dapat mengirimkan hasilnya ke Pokja untuk tulisan yang dimuat di Koran pada periode Mei s.d Oktober 2008.
 Petani/nelayan dengan kegiatan mengadakan kesenian tradisional bagi BPR yang memiliki network di pedesaan.
 Lembaga penunjang dengan kegiatan berupa kunjungan dinas dan seminar sehari tentang kejahatan perbankan ke lembaga seperti Departemen Keuangan, BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), POLRI, Kejaksaan , dll dalam rangka sosialisasi kampanye “Ayo ke Bank” yang akan dilakukan oleh Pokja.
 Sektor informal dengan kegiatan berupa kunjungan ke sentra industri kecil, untuk memberikan penyuluhan seperti, akses – akses perkreditan, pembukuan sederhana, dll. Sekaligus mengadakan kelas – kelas kecil/seminar informal berisi 10 s.d 15 orang pengusaha kecil.
 Ibu rumah tangga dengan kegiatan berupa kunjungan ke kawasan pemukiman, tatap muka dengan ibu rumah tangga, mengadakan pertemuan yang berupa peran bank dalam pengelolaan keuangan RT, penyusunan pembukuan dan anggaran sederhana, dll.
 Kegiatan Publik dengan kegiatan berupa pameran “Ayo ke Bank” dalam kegiatan promosi Bank yang bersinggungan dengan ranah publik, seperti di PRJ (Pekan Raya Jakarta), pameran di mall, dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar