Selasa, 28 Februari 2012

Q&A tentang Akta wasiat

Q :
Ada klien wanita yg mau buat wasiat buat anaknya yg berumur 7 th tanpa mau hartanya jatuh ke tangan suaminya . Apabila terjadi sesuatu pd wanita tsb, dia minta yg menjadi wali adl kakaknya. Dia punya perjanjian pernikahan. Wanita tsb sedang proses cerai banding dg suaminya. Yg saya mau tanyakan:
1. Apa saja yg harus saya perhatikan sebelum membuat akta wasiat? Dan langkah2 apa saja yg harus saya lakukan
2. adakah cara atau akta lain yg bisa dibuat selain wasiat, utk melindungi harta wanita tsb hanya jatuh ke anaknya saja.
Terima kasih atas bantuannya


A : 

1. Menyangkut wasiat, tentunya yang harus diperhatikan pertama-tama adalah formalitas pembuatan wasiat tersebut harus sesuai dengan apa yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan selanjutnya menyangkut materi atau isi wasiat tersebut tidak boleh bertentangan dengan ketentuna hukum yang berlaku. Jika wanita tersebut hanya mempunyai seorang anak maka boleh saja ya memberikan seluruh harta kekayaan miliknya kepada anaknya tersebut dengan mengenyampingkan suaminya (kalau nanati telah bercerai tentunya dengan sendirinya si suami demi hukum tidak berhak atas harta kekeyaan wanita tersebut.

2.Untuk maksudnya mengkata sdrnya sebagai wali anaknya tentunya wasiat tersebut hanya berlaku jika tidak ada wali menurut UU yang dalam hal ini ada ditangan orang tua yang hidup terlama.

3.Wasiat sudah cukup    luat untuk melindungi kepentingan anak tersebut. Jika hendak dibuatkan akta lain tentunya yang paling kuat adalah membuat akta pengalihan hak atas seluruh harta si wanita tersebut (harta pribadinya) ke anaknya tersebut. Namun karena si anak masih dibawah umur tentunya pelaksanaannya harus memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

Hal tersebut di atas seluruhnya berdasarkan KUHPerdata.

Thank You Bang Alwesius... :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar